JAKARTA, KOMPAS.TV – Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengusulkan tiga poin untuk pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Jumat (11/9/2026), ia menyampaikan dua konsep yang diterapkan oleh WHO terkait keselamatan pangan dan menjadi usulannya untuk diterapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ada konsep yang disebut oleh WHO dan EVO sebagai from farm to plate. Jadi proses penjagaan makanan itu harus dijaga dari farm sampai plate, sampai piring. From farm to plate,” tuturnya.
“Jadi bukan hanya di SPPG, tapi bagaimana peternakannya, sayurnya diinsektisida atau tidak, itu poin pertama.”
Baca Juga: 271 Siswa Diduga Keracunan MBG, Korban Terbaring Lemas hingga Harus Dirawat | KOMPAS PAGI
Selanjutnya, setelah hal itu dilakukan, perlu juga ada pengecekan gudang sebelum bahan pangan masuk ke dapur, mulai dari pengecekan suhu, ventilasi, dan sebagainya.
Setelah itu, pengecekan juga harus dilakukan saat bahan pangan sudah matang dan siap konsumsi. Artinya, pada saat penyimpanan dan pengiriman oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
“Kemudian bagaimana konsumsinya. Jadi ada from farm to plate atau versi yang baru menurut WHO namanya from production to consumption. Jadi harus dilihat seluruh mata rantai ini satu persatu. Tidak bisa satu atau dua saja.”
Ia menambahkan, WHO memberi lima kunci agar makanan aman dikonsumsi. Pertama, prosesnya harus bersih baik di dapur maupun di gudang.
Kedua, memisahkan makanan mentah dengan yang sudah matang. Ketiga, memasak sampai matang. Kempat, menyimpan dengan benar. Kelima, air yang bersih serta bahan makanan yang bersih.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.