WASHINGTON, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan saat bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat (25/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Guterres menekankan pentingnya menghormati hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.
“Sekjen PBB menekankan kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan, dengan menghormati sepenuhnya hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi internasional di dalam dan sekitar Selat Hormuz,” demikian pernyataan PBB, seperti dikutip dari ANTARA.
Guterres juga menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung seluruh upaya diplomatik guna mengakhiri konflik yang dipicu Israel dan Amerika Serikat (AS) pada 28 Februari lalu tersebut.
Baca Juga: Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari, Ini Syaratnya
Pertemuan itu berlangsung di tengah upaya Iran menawarkan kesepakatan kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sekaligus melanjutkan perundingan mengenai program nuklirnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan proposal tersebut telah disampaikan kepada Washington melalui Qatar, yang berperan sebagai mediator.
Dalam proposal itu, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali perundingan nuklir dalam tujuh hari apabila AS memenuhi sejumlah persyaratan.
Tiga syarat yang diajukan Teheran adalah pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pembebasan penjualan minyak Iran dari sanksi, serta pemberlakuan gencatan senjata yang juga mencakup Lebanon.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Sumber : ANTARA, The Associated Press
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.