BANTEN, KOMPAS.TV - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang mendorong transformasi pengelolaan Pantai Bagedur, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi destinasi wisata bahari yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dorongan tersebut dilakukan melalui riset mengenai sistem wisata bahari berkelanjutan yang dilaksanakan tim peneliti UPI. Observasi lapangan berlangsung pada 17 Juli 2026 dengan meninjau langsung potensi dan berbagai persoalan yang dihadapi Pantai Bagedur.
Pantai Bagedur dinilai memiliki potensi alam yang besar dengan hamparan pasir yang luas. Namun, pengelolaannya masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses jalan, pemanfaatan teknologi digital, hingga minimnya variasi wahana wisata.
Baca Juga: Aksi Bahari Komunitas Selam, Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Malalayang Manado| KOMPAS SIANG
Ketua Pelaksana Kegiatan Melia Handayani mengatakan, akses jalan menuju Pantai Bagedur menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapat perhatian. Kondisi jalan yang belum memadai dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan dan kapasitas kendaraan yang dapat menuju lokasi.
Selain persoalan akses, pengelolaan Pantai Bagedur dinilai masih membutuhkan kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak. Pemanfaatan teknologi digital juga belum optimal.
Sistem pembayaran tiket masuk dan penyewaan fasilitas di kawasan pantai masih mengandalkan transaksi tunai. Pantai Bagedur juga belum memiliki situs web resmi dan akun media sosial resmi yang dikelola secara profesional.
Informasi mengenai Pantai Bagedur yang beredar di internet saat ini lebih banyak berasal dari unggahan wisatawan maupun masyarakat secara sukarela.
Kondisi serupa terlihat pada pengembangan atraksi wisata. Daya tarik Pantai Bagedur masih bertumpu pada aktivitas bermain air dan pasir serta penyewaan kendaraan ATV.
Padahal, kawasan tersebut masih dapat dikembangkan dengan fasilitas penunjang seperti spot foto ikonik, area bermain anak, dan kolam wisata. Penambahan fasilitas dinilai dapat memperkaya pengalaman wisatawan saat berkunjung.
"Pantai Bagedur ini memiliki modal alam yang luar biasa dengan hamparan pasirnya yang sangat luas," kata Melia dalam keterangannya, Sabtu (19/09/2026).
Menurut dia, riset tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik kawasan, tetapi juga mendorong pengelola menerapkan sistem promosi dan pengelolaan secara mandiri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
"Fokus utama kami adalah membantu pihak pengelola agar mampu menerapkan sistem promosi dan pengelolaan mandiri berbasis perkembangan terkini. Kami ingin aspek kemudahan dan kenyamanan wisatawan di sini menjadi lebih unggul," ucapnya.
Baca Juga: Prabowo: Wisatawan Tak Akan Datang ke Pantai dan Sungai yang Penuh Sampah
Rencana pengembangan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sukamanah, Yoga, menyambut positif pelaksanaan riset kolaboratif tersebut.
"Semoga lewat pelaksanaan kegiatan ini, riset yang dilakukan para peneliti dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan wisata Pantai Bagedur di sini," ujar Yoga.
Selain mendorong digitalisasi promosi dan tata kelola, penelitian tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang bagi mitra dan usaha kuliner baru di kawasan pantai.
Pengembangan itu mencakup standardisasi sanitasi, penguatan sinergi antar-pemangku kepentingan, pemanfaatan potensi lokal, serta percepatan digitalisasi promosi.
Melalui langkah tersebut, Pantai Bagedur ditargetkan berkembang menjadi destinasi wisata bahari unggulan. Pengembangan kawasan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir Lebak sekaligus memperluas pengenalan Pantai Bagedur hingga ke mancanegara.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.